Interstellar dan Teori – Teori Ilmiah

Interstellar dan Teori РTeori Ilmiah РInterstellar merupakan film fiksi ilmiah karya Christoper Nolan.  Film ini menceritakan tentang seorang astronot dalam perjalanan menuju ke luar angkasa. Tujuan perjalanan ini adalah menemukan planet baru yang dapat dihuni. Dalam film ini digambarkan bahwa bumi mulai berada di ambang kehancuran yang ditandai oleh hawar bakteri dan badai pasir.

Sinopsis Film

Film ini dimulai dengan Cooper yang diperankan oleh Matthew McConaughey, yang tinggal bersama kedua anaknya dan ayah mertuanya. Cooper adalah mantan pilot Nasa dan sekarang menjadi penanam jagung, karena jagung dapat bertahan pada suhu tinggi dan dapat tumbuh di tanah liat yang kering dan berpasir.

Fenomena iklim di bumi pada film ini sedang tidak stabil dan mengkhawatirkan, hal tersebut mengakibatkan umat manusia menghadapi ancaman kepunahan.

Copper sangat mencintai anak-anaknya, terutama putri bungsunya, Murphy. Di kamar Murph, ada rak buku besar yang berisi banyak misteri. Dengan kode biner yang ditemukan di rak buku kamar Murph, Cooper bisa memecahkan tempat persembunyian NASA. Cooper direkrut untuk melakukan misi rahasia NASA, sebagai pilot kapal.

Tujuannya adalah menemukan planet baru agar dapat dihuni. Murph sangat kecewa oleh keputusan ayahnya. Cooper memasuki ruang angkasa bersama Amelia Brand, Doyle, dan Romilly. Berkat teori relativitas, Dr. Brand ayahnya Amelia dan Murph menjadi lebih tua secara duniawi, sementara Cooper dan Amelia memiliki umur yang masih sama saat awal penerbangan. Hal ini diakibatkan adanya teori Dilatasi Waktu.

Interstellar menampilkan banyak panorama yang menunjukkan kondisi ruang angkasa yang menakjubkan, terutama gambaran wormhole dan black hole, serta bentuk dan urutan spasial pesawat ruang angkasa.

Interstellar juga diimbangi dengan banyak sekali teori ilmiah yang relevan dan terbukti secara ilmiah bahkan terdapat buku khusus yang berjudul The Science of Interstellar untuk film ini mengenai pembahasan teori-teori ilmiah di dalamnya.

Baca Juga: Inilah 5 Film Horor Terbaik Yang Berasal Dari Korea

Gaya Gravitasi disebabkan oleh rotasi benda

Pada saat pesawat antariksa belum terhubung kapal induk endurance, Cooper dan rekannya melayang karena tidak ada gaya gravitasi.

Lalu ketika pesawat Cooper terhubung dengan kapal induk dan melakukan rotasi,  kapal Cooper seolah memiliki gaya gravitasi.

Lubang Cacing, Jalan Pintas Antar Galaksi

Dalam film ini diceritakan bahwa muncul sebuah lubang cacing alias wormhole di dekat planet saturnus. Doyle rekan Cooper di penjelajahan tersebut menyebutkan jika wormhole tersebut menjadi jalan pintas ke galaksi lain, meski ia belum tahu apakah itu benar atau tidak.

Di dalam lubang cacing tersebut, gaya gravitasi sangatlah tinggi bahkan cahaya pun terhisap ke dalamnya.

Ketika pesawat antariksa yang dikemudikan Cooper masuk ke dalam lubang cacing, Amelia berjabat tangan dengan sebuah anomali yang disebut berasal dari dimensi kelima.

Teori Relativitas

Sesaat setelah keluar dari lubang cacing, Cooper dan kawan-kawannya pergi menuju Planet Miller.

Saat masuk ke Planet Miller, Cooper meninggalkan rekannya yakni Romilly di kapal induk bernama Endurance. Cooper pergi bersama Amelia, Doyle serta TARS dan CASE yang merupakan robot.

Planet Miller memiliki waktu revolusi dan rotasi yang sangat jauh berbeda dengan di Bumi. Pasalnya, satu jam di Planet Miller sama dengan tujuh tahun di Bumi.

Setelah itu Cooper melihat rekaman video yang dikirim oleh Murphy dan Tom (Anak laki-laki Cooper). Cooper melihat kedua anaknya tumbuh menjadi dewasa, uniknya tubuh Cooper tidak menua hal tersebut dikarenakan relativitas waktu.

Gargantua dan Dimensi Kelima

Saat akan mengunjungi Planet yang ditemukan oleh Dr. Edmunds, Cooper harus mengurangi beban kapal induk yang rusak.

Cooper pun membiarkan Amelia untuk pergi bersama kapal induk Planet Edmunds, sedangkan Cooper melepaskan diri agar masuk ke dalam gargantua atau lubang hitam super besar dan kuat.

Ketika masuk ke dalam gargantua, Cooper masuk ke dalam dimensi kelima, ia pun menyadari ternyata sosok yang memberikan titik koordinat ketika di Bumi adalah dirinya dari masa depan.

Cooper akhirnya dapat berkomunikasi dengan Murphy yang tumbuh dewasa dan menjadi seorang ilmuwan melalui kode morse.

Teori Relativitas Pengaruhi Usia Manusia

Gargantua yang menghisap Cooper ternyata membawanya ke dekat orbit Saturnus, ia pun diselamatkan oleh stasiun luar angkasa yang membawa umat manusia menuju Planet Edmunds.

Setelah itu, Cooper lalu bertemu dengan Murphy yang sudah berusia lebih dari 100 tahun. Hal tersebut dikarenakan selama Cooper berada di luar Bumi, waktu di Bumi sudah mencapat 100 tahun lebih.

Ada momen unik saat Cooper bertemu dengan Murphy yang sudah renta. Anak cucu Murphy merasa heran dengan sosok kakek buyutnya yang masih segar bugar tidak menua.