Sinopsis, Review Kapan Kawin, Film Parodi Gaya Hidup

Sinopsis, Review Kapan Kawin – Dari judulnya, bisa jadi kalian akan langsung mengetahui cerita yang akan dihadirkan dalam film ini. Dan begitu mengetahui plotnya, kamu juga akan tahu bahwa tema sejenis sudah sering hadir di layar lebar, terutama film Hollywood, juga dalam kisah-kisah novel romantis. Dan film Kapan Kawin telah hadir Netflix dengan memiliki judul dalam bahasa Inggris:  When Will You Get Married?

Disutradarai oleh Ody C. Harahap, film ini telah dirilis pada tahun 2015 silam dengan menduetkan aktor dan aktris Indonesia yang terkenal akan akting mereka, yaitu: Reza Rahadian dan Adinia Wirasti. Menghadirkan sebuah intrik yang tidak asing, mungkin kamu juga ingin sedikit mengintip bagaimana slot bet 100 film ini sebenarnya. Yuk, kita simak bareng-bareng pembahasan berikut.

Simopsis

Dinda (Adinia Wirasti) merupakan seorang staf yang menempati posisi sangat penting di sebuah hotel berbintang kenamaan. Dia berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya, dan sangat perfeksionis. Ia juga sangat dicintai oleh para bawahannya. Terbukti, ketika ia menginjak usia 33 tahun, para karyawan hotel di tempat Dinda bekerja merayakan ulang tahunnya. Namun, karir Dinda yang sempurna tidak diiringi dengan kehidupan pribadi yang setara. Kesuksesan memang berhasil ia raih. Tapi hingga saat ini, dia belum kunjung memiliki kekasih atau calon pasangan hidup. Apalagi, ia juga akan mudik untuk merayakan hari ulang tahun pernikahan kedua orangtuanya di kota Yogyakarta.

Satu kali, Dinda menerima telepon dari sang bunda. Ia merasa enggan untuk menjawab panggilan tersebut, namun karena merasa tidak enak, akhirnya ia memilih untuk membalas panggilan tersebut. Ia sudah bisa menebak. Bu Dewi (Ivanka Suwandi) dan Pak Gatot (alm. Adi Kurdi) tentu saja menyinggung perihal status single putri mereka tersebut.

Kocaknya, Bu Dewi dan Pak Gatot juga melakukan roulette online segala cara yang – agak tidak masuk akal – agar dapat memaksa Dinda untuk segera memiliki calon pasangan hidup. Merasa diteror dengan pertanyaan ‘kapan kawin?’, Dinda dan rekan kerjanya menyusun sebuah rencana. Dan ia memutuskan menyewa Satrio (Reza Rahadian) seorang aktor teater kenalan sahabatnya tersebut, untuk berpura-pura menjadi kekasihnya.

Rencana tersebut tidak berjalan dengan mulus, karena Satrio ternyata sangat idealis dan agak berlebihan. Satrio sendiri mematok tarif yang cukup tinggi dan pembatasan jam kerja untuk peran yang ia jalani. Meski begitu, keduanya berangkat dengan berpura-pura menjadi sepasang kekasih ke Yogyakarta demi membahagiakan Bu Dewi dan Pak Gatot. putri mereka akhirnya telah memiliki seorang kekasih, kedua orangtua Dinda merasa girang bukan main. Tapi tanpa sepengetahuan Dinda dan Satrio, Bu dewi dan Pak Gatot juga telah menyusun sebuah strategi yang bertujuan untuk menguji apakah Satrio memang benar-benar pantas menjadi calon menantu mereka.

Setelah melalui intrik seperti Pak Gatot yang pura-pura sakit dan menyewa seorang wanita bayaran untuk menggoda dirinya, Kedua orangtua Dinda juga mulai menyukai Satrio yang berpura-pura memiliki profesi sebagai dokter ahli bedak plastik tersebut. Karena, Satrio terbukti dapat melalui semua ujian tersebut dengan baik. bahwa Satrio berhasil meraih hati kedua orang tuanya, Dinda pun panik. Ia kemudian meminta sang aktor untuk melakukan hal yang sebaliknya. Tidak lupa, Satrio juga meminta Dinda untuk menambah bayarannya agar ia dapat melakukan sesuai dengan yang wanita itu inginkan.

Sementara, Pak Gatot telah meminta Satrio untuk melamar putrinya. Ayah dari Dinda tersebut juga telah menyerahkan cincin warisan keluarga mereka pada Satrio sebagai tanda agar mereka dapat meresmikan hubungan mereka ke tingkat yang lebih serius hingga pada saat Satrio berpura-pura melamar Dinda, cincin kebanggaan keluarga tersebut ternyata hilang.

Komedi yang (Tidak Terlalu) Kocak

Kapan Kawin? memang adalah sebuah drama komedi romantis. Tapi jujur saja, di menit-menit awal seolah Ody dan kawan-kawan gagal menghantarkan lelucon-lelucon mereka. Sayang sekali memang karena menghadirkan sosok Adinia Wirasti dan kehadiran aktor senior seperti almarhum Adi Kurdi, jokes yang ditampilkan gagal pecah malah membuat penonton jadi canggung rasanya.

Guyon urban kaum perkotaannya pun –mohon maaf- terasa hambar. Iya, ‘garing’. Bak kata-kata ‘lebay’ para blogger di awal tahun 2000-an. Lantas, ada juga adegan dimana Ivanka Suwandi bagai menggunakan kutipan jenaka ala orangtua sebagai punch line yang, sekali lagi mohon maaf, tidak lucu karena terlalu kaku dan kurang relevan.

Inilah review dari kapam kawin, semoga adanya review ini anda semua menyukainya smith-777.com